Kasus Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman, menghina tukang es berbuntut panjang. Kini netizen meminta Presiden Prabowo Subianto memecat Miftah dari Kabinet Merah Putih.
Video Gus Miftah menghina tukang es viral di media sosial. Dalam video itu, Miftah Maulana Habiburrahman tengah berdakwah di Magelang. Tampak sejumlah ulama hadir di atas panggung.
"Es tehmu sih akeh (masih banyak)? Ya, sana jual gob*ok. Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir," kata Gus Miftah ke tukang es yang diketahui bernama Sunhaji itu.
Pernyataan ini pun menimbulkan kecaman. Netizen pun menyerbu akun Instagram Presiden Prabowo Subianto. Mereka meminta agar Prabowo memecat Miftah Maulana dari Kabinet Merah Putih.
Baca juga
Utusan Khusus Presiden Gus Miftah Minta Maaf Usai Hina Tukang Es Saat Dakwah
"Pecat pakk pecat itu miftah,,, banyak yg lebih LAYAK Menggatikannya…. Yg ADAB nya lebihh tinggi pak."
"Jangan pekerjakan Gus Miftah untuk urusan negara, Pak!"
"Pak pecat Miftah masih banyak orang yg lebih baik pecat pak pak miftah."
"Saya rasa 90% Rakyat indonesia ikhlas pak prabowo copot miftah dari lingkaran kabinet merah putih."
Tak hanya di akun Instagram Prabowo, netizen juga menyerbu akun Instagram Presiden Republik Indonesia.
"Ditegur ngk cukup pak, mending di keluakan sj dari kabinet Bpk dan dari minta maaf nya pun di berita sesantai itu dan bapaknya keliatan pasrah pasti di dalam hatii bpknya sakit sekali."
"jangan kasih ampun buat miftah pak, pecat saja pak."
"Miftah out aja pak, ga cocok jadi anak buah bapak."
"Pak tolong dipecat saja itu miftah."
"Pakk Kami menunggu Janji bapa yg ini .. klo selama Menjabat di pemerintahan Bapa ada Yg ga Bener langsung PECAT. Kami menunggu bapa Pecat MIFTAH."
Baca juga
Ini Sosok KH Usman Ali, Pria yang Tertawa Paling Keras Saat Gus Miftah Hina Tukang Es
Desakan agar Miftah Maulana dipecat juga disuarakan di kanal Change.org dengan judul COpot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden. Hingga kini sudah lebih dari 13 ribu orang menandatangani petisi pemecatan ini.
Mengenai desakan pemecatan, Gus Miftah enggan berbicara banyak. Menurutnya, hal tersebut bukan kewenangannya.
"Tidak usah tanya (soal desakan pencopotan) itu, itu bukan kewenangan saya," kata Miftah.
Artikel lainnya: BMKG Ungkap Peluang Terjadinya Banjir Jakarta Saat Tahun Baru 2020 Terulang Lagi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News